Untuk penjelasan materi evolusi ,suksesi ,dan faktor pembatas ada di link ini

http://siskakodong.wordpress.com/2011/04/03/evolusi-suksesi-dan-faktor-pembatas/

Resume Ekologi Laut Tropis

EKOLOGI LAUT TROPIS

 

Energi

Dalam pengertian singkatnya energi adalah kemampuan makhluk hidup untuk melakukan kegiatan atau kerja.

Hukum kekekalan energi

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan/dihilangkan. Tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara.

Hukum Termodinamika 1

merupakan pernyataan dari hukum kekekalan energi dan tidak menyatakan sesuatu apapun mengenai arah dari proses yang berlangsung.

 

– Menetapkan adanya suatu ekivalensi antara panas dan kerja (panas ↔ kerja)

– Digunakan untuk menghubungkan dan menentukan type – type energi yang terlibat

dalam suatu proses.

– Atau menyatakan bahwa sewaktu proses berlangsung terdapat suatu keseimbangan

energi.

 

Proses termodinamika itu dapat berlangsung kedua arah yaitu :

– Diekspansikan (pengembangan)

– Dikompresikan (penekanan)

Hukum Termodinamika I juga belum menjelaskan kearah mana suatu perubahan keadaan itu

berjalan dan apakah perubahan itu reversible atau irreversible.

 

 

Hukum Termodinamika II

 

memberikan batasan-batasan tentang arah yang dijalani suatu proses dan memberikan kriteria apakah proses itu reversible atau irreversible. dan salah satu akibat dari hukum termodinamika II ialah perkembangan dari suatu sifat phisik alam yang

disebut entropi.

Perubahan entropi → menentukan arah yang dijalani suatu proses.

 

Hukum Termodinamika II menyatakan :

Tidak mungkin panas dapat dirubah menjadi kerja seluruhnya, tetapi sebaliknya kerja

dapat dirubah menjadi panas.

 

Energi yang di hasilkan dari laut

Di balik ganasnya gelombang samudera tersimpan potensi energi baru/terbarukan yang sangat besar, energi yang dihasilkan pun ramah lingkungan. Tidak hanya gelombang, energi baru/terbarukan juga dapat dihasilkan dari pasang surut air laut, energi yang timbul akibat perbedaan suhu permukaan air dengan dasar laut (Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC) dan energi arus laut.

 

Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC

 

Ini adalah gambar dari OTEC dengan siklus tertutup. Pemanfaatan sumber energi ini dengan konversi energi panas laut. Perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin dibutuhkan minimal sebesar 77 derajat Fahrenheit (25 °C) agar dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik dengan baik.

Kelebihan :

  • Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar.
  • Biaya operasi rendah.
  • Produksi listrik stabil.
  • Dapat dikombinasikan dengan fungsi lainnya: menghasilkan air pendingin, produksi air minum, suplai air untuk aquaculture, ekstraksi mineral, dan produksi hidrogen secara elektrolisis.

Kekurangan :

  • Belum ada analisa mengenai dampaknya terhadap lingkungan.
  • Jika menggunakan amonia sebagai bahan yang diuapkan menimbulkan potensi bahaya kebocoran.
  • Efisiensi total masih rendah sekitar 1%-3%.
  • Biaya pembangunan tidak murah.

 

 

Energi dari Gelombang Laut

 

Laut menyimpan potensi energi yang luar biasa besar. Selain angin kencang yang melintasi permukaannya, luasnya area yang terkena matahari, serta gelombang dan pasang surutnya memungkinkan dihasilkannya energi listrik yang tidak kunjung habis. Masih berkaitan dengan potensi energi yang dimiliki laut, saat ini sudah banyak dikembangkan teknologi yang mengubah energi gelombang laut menjadi listrik. Dan sebagian besarnya hanya memanfaatkan satu jenis potensi energi yaitu gelombang laut. sumber energi gelombang laut dapat dimanfaatkan dengan mengetahui tinggi, panjang dan periode waktu gelombang. Untuk menangkap energi gelombang tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara, menggunakan pelampung, kolom air yang berosilasi (oscillating water column), dan wave surge. Pemanfaatan potensi energi gelombang ini akan memberikan beberapa keuntungan. Selain merupakan energi bebas (tidak perlu bahan bakar) dan dapat diperbaharui, gelombang juga dapat menghasilkan energi yang besar dan murah.

Gambar ini adalah desain pembangkit listrik yang dinamakan WSG (Wave and Solar Energy Generator) untuk memanen energi surya dan gelombang laut. Prinsip kerjanya pun sederhana. Sebuah pelampung dihubungkan dengan kabel transmisi yang juga sekaligus berfungsi sebagai penambat yang tertanam di dasar laut. Alat ini diciptakan oleh Seung Woo Jung, Jung Seung Woo, Kim Hyun Jun dan Kim Min Jung. Mereka adalah desainer-desainer dari Korea.

 

Habitat

Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan di sekeliling populasi suatu spesies yang memengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop

Bioma adalah sekelompok tumbuhan dan hewan yang tinggal di suatu habitat pada suatu lokasi geografis tertentu.

 

 

Relung

Relung merupakan bagian dari habitat yang disebut dengan mikrohabitat. Setiap relung hanya dihuni oleh satu spesies. Contoh, jika kita mengatakan relung habitat dari kalajengking, maka kita akan menjelaskan mikrohabitat kalajengking tersebut. Dengan demikian kitaharus menjelaskan pada suhu dan kelembaban berapa kalajengking hidup, apakah dia tahan terhadap cahaya atau tidak, apakah dia hidup di tanah dalam lubang, atau di pohon, dan sebagainya.

Selain itu juga relung merupakan fungsi atau peranan spesies di dalam komunitasnya. Maksud dari fungsi dan peranan ini adalah kedudukan suatu spesies dalam komunitas dalam kaitannya dengan peristiwa makan memakan dan pola-pola interaksi yang lain. Inilang yang disebut dengan relung trophik. Sebagai contoh kalau kita menyatakan relung trophik dari katak sawah, maka kita harus menjelaskan bahwa katak itu makan apa dan dimakan oleh siapa, apakah dia herbivore, karnivora, atau omnivore, apakah dia bersifat competitor bagi yang lain, dll.

Relung ekologik merupakan gabungan khusus antara factor fisiko kimiawi (microhabitat) dengan kaitan biotik (peranan) yang diperlukan oleh suatu spesies untuk aktifitas hidup dan eksistensi yang terus menerus di dalam komunitas. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa relung multidimensi merupakan gabungan dari relung habitat dan relung trophik. Sebagai contoh, kalau menyatakan relung multidimensi dari tikus sawah, berarti kita menjelaskan tentang mikrohabitatnya dan sekaligus menjelaskan tentang apa makanannya dan siapa predatornya, dll.

 

 

 

 

 

 

 

Adaptasi

Adaptasi adalah penyesuaian diri terhadap lingkungannya atau cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:

  • memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  • mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  • mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  • bereproduksi.
  • merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis.

Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:

  • Adaptasi Morfologi

adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya.

  • Adaptasi Fisiologi

adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak.

  • Adaptasi Tingkah Laku

adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali menyembul ke permukaan untuk mengambil udara.

 
Contoh adaptasi organisme di Laut :

 

Misalnya organisme yang hidup di daerah estuaria. Contoh organismenya adalah

 

Anodontostoma chacunda

 

 

  • Adaptasi morfologi organisme estuaria yaitu ukuran badan yang lebih kecil daripada kerabatnya, jumlah ruas tulang penggung ikan juga berkurang, hewan yang hidup di daerah berlumpur mempunyai rumbai-rumbai halus untuk menjaga jalan masuk ke ruangan pernapasan agar tidak tersumbat partikel lumpur.
  • Organisme estuaria adaptasi fisiologi yang berada di dalam lumpur untuk mengurangi perubahan salinitas dan suhu, serta untuk melindungi diri dari predator yang hidup di permukaan substrat atau di air.
  • Adaptasi tingkah laku yang biasanya juga dilakukan oleh organisme estuaria adalah bergerak ke hulu atau ke hilir estuaria agar organisme tetap berada pada daerah yang mengalami perubahan salinitas rendah.

 

Berikut merupakan factor – factor yang menentukan adaptasi hewan air :

Salinitas/kadar garam perairan

  • Masing-masing perairan memiliki salinitas yang berbeda,seperti di air tawar salinitasnya adalah 0,06%  sedangkan air laut salinitasnya 3,5 %.
  • Salinitas akan mempengaruhi perbedaan tebal-tipisnya lapisan kulit, tingkah laku, susunan atau fungsi organ tubuh organisme perairan.

Kedalaman air

  • Semakin dalam suatu perairan makasemakin besar/tinggi pula tekanan yang terjadi.
  • Mempengaruhi intensitas cahaya yang diperoleh individu.Semakin dalam maka semakin sedikit cahaya yang diperoleh.

Ex :

  • Ikan Pari dengan tubuh pipih dan lebar.
  • Ikan Cucut dengan tubuh langsing.
  • Gurat sisi/linea lateralis pada tubu ikan.
  • Gelembung udara pada tubuh ikan untuk dapat turun dan naik pada perairan.

Intensitas cahaya

  • Semakin keruh dan dalam suatu perairan maka intensitas cahaya yang masuk semakin sedikit/rendah.
  • Mempengaruhi suhu air dan aderajat fotosintesis. Dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah fotik, daerah perbatasan (remang-remang), daerah afotik. Semakin kearah daerah afotik makam intensitas cahaya yang masuk perairan akan semakin berkurang.  Hal ini akan mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya.

Kadar Oksigen

  • Daerah permukaan kadar oksigenlebih banyak dibandingkan dengan daerah di bawahnya.
  • Semakin keruh suatu perairan maka kadar oksigen semakin berkurang/rendah.

 

 

 

 

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi

 

http://www.forumsains.com/biologi-smu/pengertian-adaptasi/

 

http://edukasi.kompasiana.com/2http://id.wikipedia.org/wiki/Habitat

010/04/24/pengertian-relung-ekologi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_termodinamika

http://dhamadharma.wordpress.com/2010/04/22/identifikasi-adaptasi-organisme-nekton-perairan-laut/

http://ropiudin.wordpress.com/2011/03/27/pemanfaatan-energi-laut-3-panas-laut/

http://www.ciputraentrepreneurship.com/teknologi/3941.html

Distribusi Densitas

Distribusi Densitas

Pendahuluan

Sebelum kita membahas tentang distribusi densitas, terlebih dahulu kita tau apa itu densitas ? Densitas dalam pengertian singkatnya adalah kerapatan. Kerapatan disini adalah massa jenis. Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Karena yang dibahas adalah laut, maka kita berbicara bagaimana densitas air laut. Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut. Densitas sendiri berkaitan erat dengan suhu, salinitas dan juga tekanan. Karena suhu, salinitas dan tekanan tersebut yang mempengaruhi densitas di laut.

Densitas (rapat jenis) di lambangkan dengan ρ

ρ = m / v

ρ adalah massa jenis,

m adalah massa,

V adalah volume.

Satuan massa jenis dalam ‘CGS [centi-gram-sekon]‘ adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3). 1 g/cm3=1000 kg/m3

Dari ketiga parameter yang mempengaruhi densitas antara suhu, salinitas dan tekanan, yang paling mempengaruhi densitas adalah tekanan. Jika densitas di suatu perairan naik atau tinggi maka suhu di perairan tersebut akan turun. Densitas maksimal terjadi pada suhu antara    39,80C – 400C. Tapi sebaliknya dengan salinitas dan tekanan di daerah perairan tersebut. Tekanan dan salinitasnya naik. Jadi pada intinya adalah densitas berbanding terbalik dengan suhu tetapi berbanding lurus dengan salinitas dan tekanan.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi densitas adalah suhu, salinitas dan tekanan. Dan dari faktor-faktor yang mempengaruhi densitas tersebut, faktor tekanan lah yang paling berpengaruh terhadap nilai densitas di suatu perairan. Jadi jika disuatu perairan tekanannya berubah maka densitasnyapun pasti berubah.

Distribusi Densitas

Iklim dan cuaca di bumi adalah hasil gerakan massa udara yang dikarakterisasi oleh kombinasi temperatur, kelembaban dan tekanan tertentu. massa air di lautan bergerak secara vertikal dan horisontal dan dicirikan oleh temperatur(T), salinitas(S) dan karakter lain yang digunakan untuk mengenali air dan melacak gerakannya. Perbedaan densitas yang kecil secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat.

teratas dari laut, mulai dari air permukaan atau dekat permukaan hingga ke dasar termoklin permanen. Diidentifikasi dari temperatur, salinitas dan properti lain, termasuk komunitas organisme yang hidup di dalamnya. Juga dapat mengidentifikasi batas antara pergerakan massa air dalam arah yang berbeda di beberapa kedalaman laut.

Air bergerak lebih lambat dari udara sehingga massa air kurang bervariasi dari massa udara dan batasnya tidak banyak berubah walaupun dalam skala waktu dekade atau abad.

Sistem arus permukaan dibangkitkan oleh angin tetapi gerakan massa air intermediate dan dalam diatur oleh densitas. Bila densitas air laut di lapisan permukaan bertambah maka kolom air secara gravitasi akan menjadi tidak stabil dan air yang lebih berat akan turun.

Sirkulasi vertikal laut diatur oleh variasi temperatur dan salinitas dan dikenali sebagai sirkulasi termohalin. Prinsip utamanya adalah bahwa massa air yang dingin dan berat dari lintang tinggi turun dan menyebar di bawah termoklin permanen.

Distribusi vertikal dan horisontal isoterm umumnya tetap konstan tiap tahunnya. fluktuasi musiman dibatasi pada lapisan permukaan. Diketahui bahwa distribusi ini mewakili suatu bentuk keseimbangan dinamik atau keadaan tunak, karena air laut itu sendiri bergerak secara kontinu.Pergerakannya tidak acak tetapi teratur dalam sistem sirkulasi tiga dimensi yang menunjukkan sedikit variasi bila dirata-ratakan untuk periode beberapa tahun.

Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal di dalam kolom perairan, dan perbedaan secara horisontal yang disebabkan oleh arus. Distribusi densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan ke kedalaman tertentu. Densitas air laut tergantung pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan salinitas. Densitas permukaan laut berkurang karena ada pemanasan, presipitasi, run off dari daratan serta meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan.

Sebaran densitas secara vertikal ditentukan oleh proses percampuran dan pengangkatan massa air. Penyebab utama dari proses tersebut adalah tiupan angin yang kuat. Lukas and Lindstrom (1991), mengatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % terlihat adanya hubungan yang positif antara densitas dan suhu dengan kecepatan angin, dimana ada kecenderungan meningkatnya kedalaman lapisan tercampur akibat tiupan angin yang sangat kuat. Secara umum densitas meningkat dengan meningkatnya salinitas, tekanan atau kedalaman, dan menurunnya suhu.

Pada intinya adalah distribusi denstitas ada dua yaitu secara vertikal dan horisontal. Jika vertikal pengaruh denstitas terhadap temperatur/suhu dan salinitas juga tekanan. Bisa ditandai dengan sebuah grafik, dimana tersebut garisnya berada pada posisi vertikal, garisnya dari atas ke bawah. Dan jika horisontal itu adalah pengaruh densitas yang disebabkan oleh faktor lain yaitu arus. jika ditandai dengan grafik, garis grafik ini garisnya adalah dari kiri ke kanan secara horisontal.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis

http://www.ekodokcell.co.cc/2009/06/densitas.html

http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/densitas-air-laut.html

Jurnal pengantar oseanografi oleh Agus Supangat dan Susanna

Tentang saya

gw dilahirin dari nyokap yang berjenis kelamin perempuan. dilahirin di tempat pengeluaran bayi di daerah Tanjung Karang,Lampung. dilahirin tanggal 12 juni tapi gw lupa harinya, tahun 1991..

Tapigw besar di Cilegon-Banten. tempat dimana bokap gw nyari beras (baca nafkah). TK-SMA di Cilegon.

Tapi skarang ini tahun 2011, gw belajardi Bandung. belajar di UNPAD Jatinangor. jurusan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. dan ngekost di Pondok Arika 7 kamar 11 Bawah..

yah, itu sedikit tentang saya alias tentang gw allin susmay yunisas.

allin : aljabar linier (tu mata kuliah bokap gw saat masih kuliah)

susmay : nama bokap nyokap (gk usah di sebutin juga, intinya marga keluarga kecil gw)

yunisas : bulan juni, bulan lahir gw, dan sastra miharja nama kakek gw..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!